Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS ISLAM AL IHYA KUNINGAN

UNIVERSITAS ISLAM AL IHYA KUNINGAN

UNISA
Tips Kuliah

Cara Pelatih Olahraga Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Selaraskan Jadwal Latihan dan RPL

Pelajari cara pelatih olahraga membagi waktu kuliah, sesi latihan, pertandingan, dan persiapan portofolio RPL jurusan S1 Pendidikan Jasmani di UNISA.

Cara Pelatih Olahraga Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Selaraskan Jadwal Latihan dan RPL

Bekerja sebagai pelatih olahraga berarti menghadapi jadwal yang sering mengikuti kebutuhan peserta, latihan, dan pertandingan.

Ada hari ketika sesi berjalan sesuai rencana. Ada juga minggu ketika latihan bertambah, pertandingan digelar pada akhir pekan, atau jadwal berubah karena kebutuhan tim.

Ketika ingin melanjutkan S1 melalui jalur RPL, ada satu hal lagi yang perlu ditata: waktu untuk menyiapkan bukti pengalaman dan pembelajaran yang relevan.

Karena itu, pembagian waktu tidak cukup hanya antara kerja dan kuliah.

Lebih realistis jika kamu membaginya menjadi:

  • Waktu melatih.
  • Waktu belajar.
  • Waktu mengerjakan tugas.
  • Waktu menyiapkan bukti RPL.
  • Waktu istirahat.

Dengan pola seperti ini, jadwal olahraga dan pendidikan tidak harus terus bertabrakan.

 

Saat Sesi Latihan dan Pertandingan Membuat Waktu Belajar Ikut Bergeser

Bayangkan kamu sudah merencanakan belajar pada malam hari.

Namun sore itu latihan berlangsung lebih panjang.

Ada peserta yang membutuhkan pengarahan tambahan.

Ada evaluasi teknik.

Ada persiapan pertandingan.

Atau jadwal akhir pekan berubah karena kegiatan kompetisi.

Waktu belajar akhirnya ikut bergeser.

Situasi ini tidak selalu berarti kamu kurang disiplin.

Pekerjaan pelatih memang memiliki ritme yang bisa berubah.

Karena itu, siapkan dua pola:

  • Minggu biasa, ketika sesi latihan relatif stabil.
  • Minggu pertandingan, ketika jadwal lebih padat.

Target belajar pada kedua kondisi tersebut tidak harus sama.

 

Petakan Benturan Kuliah dan Pekerjaan dalam Kalender Tujuh Hari

Buat kalender tujuh hari berdasarkan jadwal yang benar-benar dijalani.

Masukkan:

  • Jadwal latihan.
  • Jam kerja lain jika ada.
  • Waktu perjalanan.
  • Jadwal pertandingan.
  • Jadwal kelas.
  • Tugas kuliah.
  • Tanggung jawab rumah.
  • Waktu makan.
  • Waktu istirahat.
  • Waktu persiapan RPL.

Setelah semuanya terlihat, baru cari ruang belajar.

Sebagai contoh awal, kamu dapat menyiapkan:

  • Dua sesi belajar singkat sekitar 45–60 menit.
  • Satu sesi tugas yang lebih panjang.
  • Satu sesi khusus menyiapkan bukti RPL.
  • Satu waktu cadangan.

Jika jadwal kerja bergilir, gunakan roster yang benar-benar berlaku.

Jangan mengorbankan seluruh waktu istirahat hanya untuk menambah jam belajar.

 

Bedakan Minggu Latihan Biasa dan Minggu Pertandingan

Pada minggu biasa, gunakan waktu untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

Misalnya:

  • Membaca materi baru.
  • Menyusun tugas.
  • Membuat rencana latihan.
  • Mempelajari pembelajaran gerak.
  • Menyiapkan dokumen RPL.

Pada minggu pertandingan, target dapat diperkecil.

Misalnya:

  • Membaca ulang catatan.
  • Meninjau satu konsep.
  • Merapikan satu bukti pengalaman.
  • Menulis satu bagian tugas.
  • Menyiapkan pertanyaan untuk kelas.

Dengan pola seperti ini, minggu pertandingan tidak otomatis menjadi minggu tanpa kemajuan.

 

Jadwalkan Portofolio RPL Secara Bertahap

Jangan menunggu satu hari penuh untuk menyelesaikan seluruh dokumen RPL.

Bagi menjadi tahap kecil.

Misalnya:

  • Menulis riwayat pengalaman melatih.
  • Mencatat jenis kegiatan yang pernah ditangani.
  • Membuat daftar pelatihan.
  • Mengumpulkan sertifikat.
  • Menyusun bukti pengalaman.
  • Menamai dan mengelompokkan dokumen.
  • Menulis refleksi singkat dari pengalaman relevan.

Kemudian kerjakan satu per satu.

Contohnya:

Minggu pertama

  • Membuat daftar pengalaman melatih.

Minggu kedua

  • Mengelompokkan pengalaman berdasarkan jenis kegiatan.

Minggu ketiga

  • Mengumpulkan bukti pendukung.

Minggu keempat

  • Merapikan file dan catatan.

Cara ini membuat persiapan lebih ringan.

 

Jangan Menganggap Lama Melatih Otomatis Menentukan Hasil RPL

Pengalaman panjang sebagai pelatih tentu berharga.

Namun, lama bekerja tidak otomatis menentukan hasil asesmen RPL.

Pengalaman tetap perlu dipetakan, dibuktikan, dan dinilai sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, hindari asumsi seperti:

“Saya sudah melatih bertahun-tahun, berarti pasti banyak mata kuliah yang langsung diakui.”

Lebih tepat melihat pengalaman sebagai bahan yang perlu disusun dan dikonfirmasi melalui proses asesmen.

Hasil asesmen kemudian menjadi dasar untuk memahami pengakuan pembelajaran yang diperoleh.

 

Pecah Tugas Kuliah Menjadi Hasil Kecil

Jangan menulis target:

“Kerjakan tugas PJOK.”

Pecah menjadi bagian yang lebih konkret.

Misalnya:

  • Membaca instruksi.
  • Menentukan tujuan latihan.
  • Menentukan karakter peserta.
  • Menyusun pemanasan.
  • Menyusun latihan inti.
  • Menentukan evaluasi.
  • Menulis refleksi.

Dengan cara ini, sesi belajar 30–60 menit tetap dapat menghasilkan kemajuan.

 

Hubungkan Belajar dengan Perencanaan Latihan

Pelatih sebenarnya sudah terbiasa membuat keputusan dalam latihan.

Misalnya:

  • Apa tujuan sesi hari ini?
  • Kemampuan apa yang ingin dilatih?
  • Berapa lama latihan?
  • Bagaimana urutan kegiatan?
  • Apa yang perlu diamati?
  • Bagaimana perkembangan peserta dievaluasi?

Saat belajar, pertanyaan tersebut dapat dibuat lebih terstruktur.

Misalnya, untuk satu sesi latihan, tuliskan:

  • Tujuan.
  • Kondisi peserta.
  • Kegiatan awal.
  • Latihan inti.
  • Pendinginan.
  • Bentuk evaluasi.

Latihan sederhana ini membantu pengalaman kerja menjadi lebih sistematis.

 

Coba Menyusun Rencana Latihan sesuai Tujuan Peserta

Gunakan skenario fiktif.

Misalnya kamu melatih peserta pemula dengan tujuan meningkatkan kebugaran dasar.

Susun:

  • Tujuan latihan.
  • Durasi.
  • Intensitas.
  • Pemanasan.
  • Aktivitas utama.
  • Pendinginan.
  • Cara melihat perkembangan.

Kemudian tanyakan:

  • Apakah aktivitas sesuai dengan kemampuan peserta?
  • Apakah tujuan terlalu berat?
  • Bagaimana variasi latihan?
  • Apa indikator kemajuan?

Tujuannya bukan membuat program sempurna.

Yang dilatih adalah cara merencanakan kegiatan secara terarah.

 

Dari Bisa Melatih ke Bisa Menjelaskan Pembelajaran Gerak

Seorang pelatih bisa sangat terampil menunjukkan gerakan.

Namun, kemampuan melakukan tidak selalu sama dengan kemampuan mengajarkan.

Ketika mengajar, kamu perlu memikirkan:

  • Bagaimana menjelaskan gerakan.
  • Bagian mana yang perlu diperagakan.
  • Kesalahan umum apa yang perlu diingatkan.
  • Bagaimana peserta diberi umpan balik.
  • Bagaimana menyesuaikan latihan dengan kemampuan peserta.

Di sinilah pembelajaran gerak menjadi relevan.

Kamu tidak hanya menunjukkan apa yang harus dilakukan.

Kamu mulai memahami bagaimana seseorang mempelajari keterampilan tersebut.

 

Hubungkan Kuliah dengan Pengembangan Profesional

Program S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi mempelajari olahraga, kebugaran, kesehatan, dan metode pengajaran.

Bagi pelatih olahraga, bidang tersebut dapat membantu mengembangkan:

  • Perencanaan latihan.
  • Pembelajaran gerak.
  • Kebugaran.
  • Komunikasi pengajaran.
  • Evaluasi latihan.
  • Metode mengajar olahraga.

Dengan begitu, waktu kuliah tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan tugas.

Ada kemampuan yang memang sedang diperkuat.

Baca juga: Pelajari S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi UNISA

 

Gunakan Pengalaman Kerja sebagai Bahan Refleksi

Pengalaman melatih dapat menjadi bahan belajar yang sangat kaya.

Misalnya setelah satu sesi latihan, coba tuliskan:

  • Apa tujuan sesi?
  • Apa yang berjalan baik?
  • Apa yang sulit?
  • Bagaimana respons peserta?
  • Apa yang perlu diperbaiki?

Catatan seperti ini membantu pengalaman praktis berubah menjadi refleksi.

Namun, gunakan identitas peserta secara aman.

Tidak perlu memasukkan informasi pribadi yang tidak relevan.

 

Jangan Menjadikan Begadang sebagai Strategi Utama

Pekerjaan pelatih membutuhkan kondisi fisik yang cukup baik.

Kuliah juga membutuhkan konsentrasi.

Karena itu, jika minggu pertandingan sedang padat, lebih baik mengecilkan target belajar daripada terus mengambil waktu tidur.

Misalnya:

  • Dari dua jam menjadi 45 menit.
  • Dari satu bab menjadi satu subtopik.
  • Dari satu tugas penuh menjadi satu bagian.
  • Dari materi baru menjadi review.

Yang dijaga adalah keberlanjutan.

 

Sisakan Waktu Cadangan untuk Jadwal Pertandingan

Pertandingan bisa mengubah banyak hal.

Ada perjalanan.

Ada persiapan.

Ada evaluasi.

Ada perubahan waktu.

Karena itu, jangan isi seluruh kalender.

Sisakan satu blok kosong yang bisa digunakan untuk:

  • Perubahan jadwal.
  • Tugas yang tertunda.
  • Persiapan RPL.
  • Istirahat tambahan.

Kalender yang memiliki ruang cadangan lebih mudah dipertahankan.

 

Bangun Kebiasaan Belajar yang Mendukung Perubahan Peran

Kuliah sambil bekerja sebagai pelatih bukan hanya tentang menambah gelar.

Kamu juga sedang membangun cara melihat pekerjaan lebih luas.

Jika sebelumnya pertanyaannya:

“Latihan apa yang harus dilakukan?”

Pertanyaannya dapat berkembang menjadi:

  • Mengapa latihan ini dipilih?
  • Apa tujuan pembelajarannya?
  • Bagaimana gerakan dipahami peserta?
  • Bagaimana kemajuan dievaluasi?
  • Apa yang perlu disesuaikan?

Pembelajaran terstruktur, diskusi, dan umpan balik membantu pengalaman praktis menjadi lebih mudah dianalisis.

 

Evaluasi Kalender Setiap Minggu

Setiap akhir minggu, lakukan evaluasi sederhana.

Tanyakan:

  • Apakah pekerjaan utama selesai?
  • Apakah tugas kuliah bergerak?
  • Apakah dokumen RPL bertambah?
  • Apakah materi benar-benar dipahami?
  • Apakah waktu istirahat masih cukup?

Jika pertandingan selalu membuat tugas kuliah berhenti, waktu cadangan perlu diperbesar.

Jika persiapan RPL tidak pernah bergerak, kecilkan target menjadi satu dokumen atau satu catatan setiap minggu.

 

Contoh Kalender Minggu Biasa Pelatih Olahraga

Pola berikut hanya contoh.

Senin

  • Membaca materi ringan 30–45 menit.

Selasa

  • Mengerjakan satu bagian tugas.

Rabu

  • Menyusun rencana latihan simulasi.

Kamis

  • Menyiapkan satu dokumen RPL.

Jumat

  • Review materi atau waktu cadangan.

Sabtu

  • Menjalankan kegiatan kerja atau kuliah sesuai jadwal.

Minggu

  • Kuliah.
  • Setelahnya cukup meninjau catatan.

Pola aktual tetap perlu mengikuti jadwal latihan nyata.

 

Contoh Kalender ketika Ada Pertandingan

Pada minggu pertandingan, target bisa dibuat lebih ringan.

Awal minggu

  • Majukan tugas kuliah.
  • Rapikan satu dokumen RPL.

Menjelang pertandingan

  • Fokus pada latihan dan persiapan.
  • Gunakan sesi pendek untuk review.

Hari pertandingan

  • Fokus pada pekerjaan.

Setelah pertandingan

  • Istirahat.
  • Gunakan waktu cadangan bila perlu.

Akhir minggu

  • Evaluasi kemajuan belajar.
     

Menyesuaikan Waktu dengan Jalur RPL S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi UNISA

Jika kamu sedang mempertimbangkan pendidikan formal, Universitas Islam Al Ihya Kuningan atau UNISA memiliki Program S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi melalui jalur RPL.

Program ini mempelajari olahraga, kebugaran, kesehatan, dan metode pengajaran.

Gelar yang diperoleh adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi UNISA tercatat berakreditasi Baik, sedangkan institusinya berstatus Terakreditasi.

Perkuliahan menggunakan metode Blended Learning dan Tatap Muka.

Jadwal kelas akhir pekan yang tercantum adalah:

  • Sabtu: 17.00–21.00
  • Minggu: 10.00–16.00

Bagi pelatih olahraga, jadwal tersebut perlu dimasukkan langsung ke kalender kerja.

Perhatikan:

  • Sesi latihan Sabtu.
  • Jadwal pertandingan akhir pekan.
  • Waktu perjalanan.
  • Waktu istirahat.
  • Persiapan bukti RPL.
  • Kesiapan mengikuti kelas Minggu.

Jika jadwal kerja bergilir atau pertandingan berubah, cocokkan dengan roster yang benar-benar berlaku.

Informasi apakah seluruh hari tersebut merupakan satu paket wajib atau pilihan jadwal dapat dikonfirmasi kepada pihak kampus.

Baca juga: Informasi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi UNISA

 

Pisahkan Persiapan Bukti, Asesmen RPL, dan Perkuliahan

Ada tiga tahap yang sebaiknya dibedakan.

Persiapan bukti pengalaman

Kamu mengumpulkan dokumen, sertifikat, catatan pengalaman, dan bukti lain yang relevan.

Asesmen RPL

Bukti tersebut dinilai sesuai mekanisme kampus.

Perkuliahan

Rencana studi kemudian dijalani berdasarkan ketentuan akademik yang berlaku.

Dengan memisahkan ketiganya, kamu tidak membuat kesimpulan terlalu cepat tentang lama studi atau jumlah pengakuan pembelajaran.

 

Perhitungkan Biaya Bersamaan dengan Jadwal

Selain waktu, pembiayaan juga perlu masuk dalam rencana.

Data program mencantumkan:

  • Biaya formulir: Rp250.000
  • Biaya herregistrasi: Rp450.000
  • Total biaya awal simulasi: Rp700.000
  • Simulasi enam kali angsuran: Rp470.000 per bulan

Dengan mengetahui komponen biaya sejak awal, kamu dapat memasukkannya ke dalam perencanaan rutin.

Informasi kampus secara umum juga dapat dilihat melalui website UNISA.

 

Bawa Kalender Latihan dan Riwayat Pengalaman ketika Bertanya kepada PMB

Jika ingin memahami jalur RPL, jangan hanya bertanya:

“Berapa lama kuliah RPL?”

Lebih berguna jika kamu membawa:

  • Kalender latihan.
  • Jadwal pertandingan.
  • Riwayat pendidikan.
  • Pengalaman melatih.
  • Sertifikat.
  • Pelatihan yang pernah diikuti.
  • Daftar bukti pengalaman.

Kemudian tanyakan:

  • Bagaimana mekanisme asesmen RPL?
  • Bukti apa saja yang dapat disiapkan?
  • Bagaimana pengalaman dinilai?
  • Bagaimana jadwal Sabtu dan Minggu berjalan?
  • Bagaimana pembagian Blended Learning dan Tatap Muka?
  • Bagaimana rencana studi setelah asesmen?

Pertanyaan tersebut akan memberi gambaran yang lebih konkret.

 

Kuliah RPL Sambil Melatih Perlu Menyesuaikan Ritme Olahraga

Pekerjaan pelatih olahraga memiliki ritme yang khas.

Ada latihan.

Ada pertandingan.

Ada evaluasi.

Ada perjalanan.

Ada perubahan jadwal.

Karena itu, strategi kuliah perlu mengikuti ritme tersebut.

Mulailah dengan:

  • Membuat kalender tujuh hari.
  • Membedakan minggu biasa dan minggu pertandingan.
  • Menyediakan waktu cadangan.
  • Memajukan tugas.
  • Menyiapkan bukti RPL secara bertahap.
  • Memecah tugas menjadi hasil kecil.
  • Menjaga waktu istirahat.
  • Menghubungkan pengalaman melatih dengan perencanaan latihan dan pembelajaran gerak.

Dengan pola seperti ini, pengalaman di bidang olahraga tidak perlu ditinggalkan untuk melanjutkan pendidikan.

Justru pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat cara mengajar, merencanakan latihan, dan memahami pembelajaran gerak secara lebih terstruktur.

 

Pelajari S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi jalur RPL di UNISA, siapkan kalender latihan serta bukti pengalamanmu, lalu diskusikan asesmen dan kecocokan jadwal dengan PMB.